Simpan Sabu di Tempat Sampah, Robi Terancam Hukuman Mati

0

PALEMBANG – Sidang perdana dengan terdakwa Ahmat Robi alias Pai Bin M Dia yang terjerat dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 4,05 gram akhirnya menjalani sidang yang dilakukan secara Video confrence oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri klas1 A Palembang dan Kejaksaan Negeri Palembang beserta jajarannya pada Selasa (14/04).

Dalam agenda pembacaan dakwaan yang dibacakan ileh JPU M Arief Budiman SH , perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dan Pasal 114 ayat 2 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sebelumnya, bermula pada saat anggota polisi beserta tim Polrestabes Palembang yang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Ki Marogan Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati Palembang terdakwa Ahmat Robi alias Pai sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu.

Menindaklanjuti informasi tersebut anggota tim Polrestabes Palembang langsung menuju ke lokasi yang dimaksud, setiba dilokasi tepatnya di dalam rumah Terdakwa anggota Polisi beserta tim langsung menangkap dan mengamankan terdakwa yang sedang tertidur pulas di dalam rumah.

Kemudian saat dilakukan penggeledahan ditemukan tiga bungkus narkotika jenis sabu yang diletakkan ditumpukan sampah yang berada di belakang rumah terdakwa.

Selanjutnya terdakwa memberikan keterangan kepada tim penyidik bahwa sebelumnya Udin meminta bantuan kepada terdakwa untuk menjualkan satu bungkus narkotika jenis sabu ukuran sedang seharga Rp800.000.

Namun saat itu terdakwa telah mengkonsumsi sabu tersebut sebanyak enam kali sebanyak dua kali pakai dalam satu hari sehingga masih tersisa tiga bungkus narkotika jenis sabu yang diletakkan ditempat sampah bagian belakang rumah terdakwa.

Dan rencananya akan dijual kepada pemesan. Kemudian anggota polisi beserta tim langsung membawa terdakwa Ahmat Robi beserta barang bukti ke Polrestabes Palembang untuk diproses lebih lanjut.

Pada agenda sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Selasa (21/04) dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa dihadapan Majelis Hakim. (yns)