Songsong Layanan Publik Era Industri 4.0

0

KAYUAGUNG (fokus-sumsel.com) – Penyelenggaan pemerintahan yang baik (good governance) menjadi komitmen Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ilir H Iskandar SE dan HM Djakfar Shodiq. Wujudnya berupaya perubahan layanan konvensional ke layanan digital di ranah pelayanan publik yang menjadi suatu keharusan di era industri 4.0.

“Misi kami yang pertama, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. Misi ini ditujukan untuk terciptanya pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintahan yang jujur, berintegritas, profesional, dan responsif,” ungkap Iskandar saat memaparkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati OKI masa jabatan 2019-2024 di Gedung DPRD setempat, Kamis (17/1).

Iskandar mengungkapkan, ingin meningkatkan kualitas pelayanan publik di OKI dengan mengembangkan pelayanan prima kepada masyarakat melalui penerapan layanan berbasis information technology (IT).

“Kita dukung reformasi birokrasi, menuju birokrasi yang bersih, jujur dan bertanggungjawab serta mencegah korupsi baik secara politis maupun administratif,” katanya.

Iskandar mengatakan, visi misi ‘OKI Lebih Mandira 2024’ sangat identik dengan tujuan yang hendak dicapai di era Revolusi Industri 4.0.

Untuk itu Iskandar meminta ASN di OKI harus punya semangat inovatif dan mampu mengembangkan diri, memiliki pola pikir melayani, bukan dilayani.

Sebab, tanpa semangat melayani, tidak akan ada kreativitas dan inovasi. Terlebih, masyarakat kini sudah mulai terbiasa dengan pelayanan yang serba praktis.

“Pelayanan pemerintah tidak boleh kalah. Demi pelayanan yang cepat efisien, dan responsif, diperlukan ASN yang profesional, melek teknologi, dan punya semangat pelayanan yang tinggi,” katanya.

 

Lanjutkan Infrastruktur Yang Merata dan Berkeadilan

Bupati Ogan Komering Ilir menyampaikan pemerintahanya sedang bekerja keras untuk membangun OKI yang lebih maju, mandiri, sejahtera. Banyak program infrastruktur pemerintah yang dibangun untuk memperkokoh pondasi bagi lompatan kemajuan.

Menurut Iskandar, infrastruktur dibangun tidak hanya untuk aspek ekonomi saja, tetapi juga demi pembangunan yang merata dan berkeadilan.

“Saya yakin dengan bermodalkan pondasi kemajuan yang diletakkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Ogan Komering Ilir akan melakukan lompatan kemajuan. Tidak hanya untuk mempercepat roda perekonomian masyarakat pedesaan namun juga menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan merata,” ungkap Iskandar pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten OKI, Kamis, (17/1).

Pembangun infrastruktur di Ogan Komering Ilir dalam kurun waktu lima tahun terakhir mencatatkan beberapa capaian antara lain dari sepanjang 2.037.106 km Panjang jalan kabupaten, sebanyak 69, 34 persen berada pada keadaan mantap, 69, 11 persen rusak ringan dan menyisakan 6,95 persen rusak berat.

Dibidang energi, sepanjang 397,563 km jaringan listrik desa sudah menerangi masyarakat pedesaan. Bahkan rasio elektrifikasi warga OKI sudah diangka 90 persen. Melalui APBD dan Dana Desa sudah dibangun sepanjang 934,207 km jalan setapak, jalan lingkungan yang tersebar di 327 desa dan kelurahan di Ogan Komering Ilir.

Selain itu, sebanyak 2. 774 sanitasi layak dan air bersih, ditambah sepanjang 145, 78 km saluran drainase sudah tersedia untuk masyarakat. Dibidang lainnya Pemerintah Daerah juga sudah menuntaskan program 1 desa 1 Paud, 1 Poskesdes, 1 Koperasi dan tapal batas desa.

Kedepan, pembangunan infrastruktur di OKI difokuskan pada peningkatan pembangunan transportasi darat: jalan kabupaten, jalan antar desa, jalan poros, jalan akses perkebunan dan transportasi sungai (kapal, perahu, dermaga dan tambatan perahu.

Kemudian menuntaskan pembangunan jaringan listrik perdesaan, meningkatkan pasokan air bersih rumah tangga, membangunan jaringan irigasi teknis dan non teknis membangun sarana prasarana perekonomian masyarakat, Optimalisasi dana desa dan alokasi dana desa, Menata Kota Kayuagung sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota kabupate serta menyelesaikan Master plan transportasi pesisir pantai timur OKI. (rel)