Tak Indahkan Peringatan, Lapak Buah di Balaiyasa Lahat Dibongkar

0
Setelah lama diperingatkan, akhirnya tim gabungan terdiri dari Dishub, DLH, Dinas Perdagangan, Camat, Lurah RDPJKA, Satuan Pol-PP, serta TNI-Polri membongkar paksa puluhan lapak buah pedagang yang kerap mangkal di depan Balaiyasa Lahat, Jum'at (29/7). Foto: Istimewa

LAHAT – Setelah lama diperingatkan, akhirnya tim gabungan terdiri dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan, Camat, Lurah RDPJKA, Satuan Pol-PP, serta TNI-Polri membongkar paksa puluhan lapak buah pedagang yang kerap mangkal di depan Balaiyasa Lahat, Jum’at (29/7).

“Benar, razia lapak buah yang berada di kawasan depan Balaiyasa tersebut seluruhnya kita bongkar. Bahkan jauh-jauh hari kami telah melayangkan surat pemberitahuan agar masing-masing pemilik lapak segera membongkar sendiri lapaknya,” kata Kasat Pol-PP, Linmas, dan Damkar Pemkab Lahat, Heri Kurniawan, SSTP., MM, saat dikonfirmasi, Sabtu (30/7).

Selain membongkar puluhan lapak pedagang buah yang terbuat dari kayu kata Heri, petugas juga mengimbau kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak lagi berjualan atau berdagang depan kantor PT KAI Lahat.

“Dibongkarnya puluhan lapak buah milik pedagang ini karena dinilai telah mengganggu ketertiban umum, dan keindahan kota. Sebelumnya, sudah sempat kita lakukan penertiban, namun para pedagang masih membandel, sehingga kemarkn kita turun serta mengambil sikap tegas dengan membongkar seluruh lapak yang ada di depan Balaiyasa Lahat,” jelasnya.

Dalam penertiban itu, lanjut Kasat, pihaknya melibatkan berbagai instansi terkait diantaranya, Dishub, DLH, Dinas Perdagangan, Camat Lahat, kelurahan RDPJKA, serta aparat dari TNI, dan Polres Lahat.

Dia menyarankan kepada semua pedagang agar bersedia direlokasi berjualan di Pasar Kangkungan. “Kami juga mengimbau supaya kedepan tidak ada lagi para pedagang buah berjualan ditempat yang dilarang. Bagi yang membandel sanksi tegas telah kita siapkan, dan anggota juga kita telah tempatkan dititik depan kawasan Balaiyasa untuk mengantisipasi kalau ada pedagang yang membandel mendirikan lapaknya kembali,” pungkas Heri seraya menambahkan ada 38 lapak yang dibongkar karena lokasi tersebut milik PT KAI. (rws)