Tak Kuat Tahan Beban, Talang Air GOR  Perahu Kajang OKI Ambruk

0
Kondisi bagian dalam GOR Perahu Kajang Kayuagung, Kabupaten OKI, Kamis (7/4). Foto: Febri Saleh

KAYUAGUNG – Gelanggang Olahraga (GOR) Perahu Kajang yang merupakan icon kebangganan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (6/4/2022) malam, ambruk tersapu hujan deras disertai angin kencang yang melanda daerah itu.

Pantauan dilapangan, Kamis (7/4/2022), GOR Perahu Kajang yang terletak di Kawasan Taman Segitiga Emas Kayuagung yang dibangun pada tahun 2013 lalu itu mengalami kerusakan pada bagian samping atap yang berfungsi sebagai talang air yang terletak pada bagian sisi arah jalan lintas timur Kayuagung.

Diduga karena tak kuat menahan tampungan air akibat pipa yang mengalirkan air yang berasal dari Talang air tersumbat membuat talang air berubah menjadi bak penampungan air dengan ribuan kubik air didalamnya.

Karena tidak kuat menahan beban yang berat, akhirnya talang air yang terbuat dari semen cor yang dilengkapi dengan anyaman besi tersebut ambruk dan menumpahkan ribuan kubik air menerjang bagian dalam GOR sehingga kursi penonton berhamburan tak tentu arah.

Demikian juga dengan ring basket yang berada di dalam GOR juga ikut tergeser, sementara pagar pengaman dan pembatas penonton juga mengalami kerusakan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena pada saat kejadian bertepatan dengan waktu salat Tarawih, dan penjaga sedang tidak ditempat sehingga saat kejadian tidak ada orang di dalam GOR.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga OKI, M Refly saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Sudah kita laporkan ke Bapak Bupati dan saat ini kita imbau warga untuk sementara jangan masuk GOR dulu demi keamanan,” tegasnya.

Dia mengaku, pihaknya mengetahui adanya kejadian ambruknya atap GOR Perahu Kajang, dari laporan penjaga GOR.

Kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB,  Kabid Olahraga langsung ke lokasi dan meminta ke pihak PLN untuk memutus sementara aliran listrik.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” terangnya.

Dijelaskannya, rusaknya kursi penonton di lantai 2 karena diterjang bangunan sayap tribun utama dan 15 unit atap serta plafon jebol di tiup angin kencang tersebut.

Untuk kerugian yang rusak masih dihitung oleh Dinas Perkim pastinya hampir 35 persen rusak. “Gedung ini sudah 14 tahun berdiri dan kalau dibilang sudah cukup tua jadi faktor usia juga bisa menyebabkan kejadian ini. Untuk itu, gedung akan dilakukan penutupan sementara,” tandas dia. (feb)