Terbukti Jadi Bandar Narkoba, Aiptu Budi Divonis 12 Tahun

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) – Aiptu Budi Risfayanda akhirnya divonis 12 tahun penjara. Dia terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika, sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Terdakwa disebut majelis hakim terbukti melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan 1 melebihi 5 gram. “Terdakwa terbukti bersalah,” kata Ketua Majelis Hakim, Dedi Irawan SH MH, Kamis (25/4).

Dikatakan dia, terdakwa terbukti bersalah, untuk itu dipidana penjara selama 12 tahun, dan denda Rp 1 milyar. Jika tidak dibayar maka diganti tambahan hukuman kurungan selama 3 bulan. Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 17 tahun penjara dan denda Rp 1,5 milyar.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba. Terdakwa juga seorang penegak hukum. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya, dan berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya.

Sedangkan teman wanita Aiptu Budi, yang bernama Irma divonis selama 10 tahun penjara. Usai membacakan putusannya, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk memberikan jawaban atas putusan yang dijatuhkan dalam waktu 7 hari.

Aiptu Budi sendiri usai persidangan saat ditanya awak media mengatakan, menyesal atas perbuatannya. Atas vonis dari majelis hakim terdakwa mengaku menerima. “Aku terimo bae vonis majelis hakim,” katanya singkat.

Jaksa Penuntut Umum, Dekrit Dirga Saputra SH menilai apa yang menjadi pertimbangan dalam tuntutan sudah diambil majelis hakim. Namun sesuai amanat undang- undang, pihaknya diberikan waktu selama 7 hari untuk memberikan jawaban atas putusan majelis hakim, apakah menerima atau banding. “Tujuh hari kedepan akan sampaikan jawaban,” katanya. (kie)