Teringat Ketiga Anaknya, IRT Kurir 2.700 Butir Ekstasi Menangis

0

PANGKALAN BALAI (fokus-sumsel.com) — Akhirnya sepak terjang dua kurir narkoba asal Provinsi Aceh berhasil dihentikan pihak Sat Narkoba Polres Banyuasin di Jalan Lintas Timur Palembang – Betung KM 42, Jumat (16/2) lalu.

Kedua tersangka yaitu Dahri (33) warga GP ULRR Meuriah Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Timur dan Inurani (34) Ibu Rumah tangga asal Desa Krueng, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Aceh Timur ditangkap polisi di dalam mobil Bus Antar Lintas Provinsi Merk PO Pelangi saat tengah melintas di Jalan Lintas Timur Palembang -Jambi KM 42, Kelurahan Kayuara Kecamatan Banyuasin III, persinya di depan gerbang Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin.

Pihak kepolisian Polres Banyuasin langsung memberhentikan Bus yang membawa dua orang tersangka yang telah dicurigai setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Ternyata setelah digeledah pihak kepolisian, ditemukan dua buah tempat kue berisikan 2.700 butir pil ekstasi di dalamnya.

“Setelah kita selidiki ternyata ribuan pil setan itu dibawa oleh kedua penumpang atas nama Dahri dan Inuraini warga Aceh,” Kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem didampingi Kasat Narkoba AKP Liswan saat gelar kasus di Mapolres Banyuasin, Rabu (21/2).

Setelah itu, pihak Sat Narkoba Polres Banyuasin langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Z di Jalan Bukit Lama Kota Palembang yang merupakan penerima ribuan pil ektasy itu.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 6 paket besar berisikan 2.700 butir ekstasi warna kuning kecoklatan berlogo apel.

“Kita jerat keduanya dengan primer pasal 114 ayat 2 dan Subsider Pasal 112 Ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” tegas Kapolres.

Dalam gelar kasus tersebut, tersangka Inuraini (34) terlihat menangis tersedu-sedu karena teringat akan nasib ketiga anaknya. Sedangkan Dahri mengaku nekat menjadi kurir narkoba karena untuk pengobatan istrinya yang sedang sakit dan tergiur upah besar sekali berangkat Rp 10 juta. (den)