Terkait Dugaan Korupsi Program SERASI, Kejati Sumsel Geledah Kantor Dinas Pertanian

0
Kasi Penkum Kejati Sumsel, Raydan SH MH saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penggeledahan yang mereka lakukan hari ini. Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), menggeledah kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Selasa (19/7).

Penggeledahan ini langsung dipimpin oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel, Abdullah Noer Deni SH MH. Guna melakukan penyelidikan untuk mencari barang bukti, terkait dugaan kasus korupsi Program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) tahun 2019 di Banyuasin.

Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Raydan SH MH saat diwawancarai mengatakan, kasus ini sendiri bermula saat pemerintah pusat menyalurkan dana untuk Program SERASI senilai Rp1,3 triliun untuk 9 kabupaten/kota di daerah yang berjuluk Bumi Sriwijaya itu. “Sementara khusus Kabupaten Banyuasin pada 2019 lalu menerima kucuran dana sebesar Rp335 miliar,” ungkapnya.

Selain Banyuasin lanjut dia, ada beberapa daerah yang juga mendapatkan dana dari Kementrian Pertanian seperti Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Pali, Muara Enim, Muratara, Ogan Komering Ulu (OKU) dan OKU Timur. “Terkait dana itu, kita dapat laporan dari masyarakat bahwa dana untuk Program SERASI tersebut diduga sudah dikorupsi,” sesalnya.

Berbekal laporan itu, penyidik dari Kejati Sumsel langsung mengamankan beberapa dokumen dan komputer pada Dinas Pertanian Sumsel. Sedangkan modus operandi masih dalam penyidikan dan sejauh ini kita sudah memeriksa 60 saksi terdiri dari Gapoktan, Dinas Pertanian Sumsel dan Banyuasin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumsel, RB Pranomo saat dikonfirmasi wartawan membenarkan, pihaknya hari ini kedatangan rombongan Pidsus Kejati Sumsel, untuk melakukan pengeledahan terkait dugaan kasus korupsi Program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) tahun 2019 di Banyuasin. (yns)