Terkenal Sadis, Komplotan Perampok Lintas Provinsi Dibekuk Tim Gabungan Polres Muba

0
Para pelaku saat diamankan di Mapolres Muba. Foto: Riduwansyah

SEKAYU – Terkenal sadis dan tidak segan-segan melukai korbannya,  komplotan perampok lintas provinsi berhasil dibekuk Tim Srigala Satreskrim Polres Musi Banyuasin (Muba) bersama Tim Macan Akar Lilin Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin dan Polda Jambi.

Penangkapan terhadap para pelaku ini berawal dari laporan korban bernama Prayitno warga Desa Suka Damai Baru, Kecamatan Sungai Lilin pada 19 Juni 2022 yang telah dirampok.

Korban mengaku mengalami kehilangan uang tunai sekitar Rp53 juta dan beberapa suku emas. Dengan total kerugian mencapai Rp 140 juta.

Dari laporan itu, tim kemudian melakukan penyelidikan. “Dari hasil penyelidikan tersebut. Tim berhasil mengamankan tersangka berinisial S pada 15 Juli 2022 di wilayah Sungai Lilin. Serta berhasil mendapati barang bukti berupa sajam, senjata api jenis FN, Revolver dan amunisi, ” terang Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SIK saat memimpin press rilis di Mapolres Muba, Senin (18/7).

Ditambahkan Alamsyah, usai mengamankan tersangka S. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan pada 16 Juli 2022 di Dusun Belido Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya berhasil ditangkap tersangka lain berinisial T dan DN. Lalu didapatkan barang bukti jaket yang sama dengan CCTV, peluru dan emas hasil curian. Beserta tas berisi tali plastik yang diakui pelaku.

“T ini otak pelaku perampokan yang terjadi di wilayah Sungai Lilin, Babat Supat dan Tungkal Jaya. Sempat kita rawat dan di bawa kerumah sakit karena melakukan perlawanan. Tersangka T akhirnya meninggal dunia, ” jelas Alamsyah.

Lebih lanjut Alamsyah menyebutkan, ketiga pelaku ini terkenal sadis dan kejam dalam beraksi. Serta tidak segan-segan melukai atau menembak korbannya dengan menggunakan senjata api. Sasaran mereka ialah itu toke karet, sawit atau Bri Link.

“Sudah ada 7 Laporan (LP) aksi perampokan yang dilakukan ketiga pelaku ini. Baik itu di wilayah Sungai lilin, Babat Supat dan Tungkal Jaya,“ tegas Alamsyah.

”Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Terhadap para tersangka akan kita jerat pasal 365 ayat 1, 2 dan 4. Dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara, ” tandasnya. (wan)