Tim Pendamping Desa Survey Rencana Pembangunan Infrastruktur

0

SEKAYU (fokus-sumsel.com) — Aparatur Pemerintahan Desa Supat Timur Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama tim pendamping desa melaksanakan survey lokasi rencana kegiatan pembangunan desa untuk tahun 2019.

Kepala Desa Supat Timur, Heri Diandi mengaku, jika pada tahun ini pihaknya masih memprioritaskan pembangunan infratsruktur. Khususnya, jaringan listrik, jalan desa, sarana olahraga dan kawasan pemukiman seperti sumber air bersih.

Dimana hal itu merupakan tanggung jawabnya sebagai seorang pimpinan di desa, wajib hukumnya untuk mewujudkan apa yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, dengan adanya akses jalan yang baik, tentu akan dapat menunjang perekonomian masyarakat. Disamping itu, Heri yakin dengan bermodalkan dana desa (DD) sebesar Rp1.126.150.000 dan alokasi dana desa (ADD) Rp1.040.080.000 yang dikucurkan pemerintah pusat dan kabupaten ke desanya tahun ini, jika dikelola dengan baik akan mampu mewujudkan impian warganya yang mendambakan kondisi infrastruktur yang bagus.

Namun, semua itu tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Untuk itu, dukungan masyarakat serta pemerintah daerah sangat diharapkan agar dapat mengeksekusi pembangunan dengan baik dan sesuai harapan.

“Untuk itu, saya perlu dukungan semua pihak, seperti masyarakat dan jajaran Pemda Musi Banyuasin untuk sama-sama ikut mengawal pembangunan di desa kita ini,”kata Heri, Jumat (15/2).

Ditempat yang sama Ida dan Resti selaku pendamping desa Infrastuktur mengungkapkan, bahwa proses perencanaan pembangunan di desa merupakan bagian dari tugas seorang pendamping desa untuk mengawal jalannya pembangunan di desa yang menggunakan dana desa.

“Ini adalah tugas kami sebagai pendamping desa untuk memastikan tempat, volume, dan bangunan apa yang akan dibangun. Setelah itu, baru kami akan membimbing dan mendampingi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa dalam membuat desain dan rencana anggaran belanja (RAB) agar dapat memaksimalkan penggelolaan dana desa,” jelasnya. (wan)