Timbun Solar, Tiga Pemuda Ini Dituntut 12 Bulan dan 15 Bulan Penjara

0
Suasana sidang di PN kelas 1A khusus Palembang dengan agenda membacakan tuntutan JPU, Kamis (28/7). Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Tiga terdakwa kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar, yakni M Faisal Anugrah, M Rizki Akbar dan M Naufal, kembali menjalani persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) klas 1A khusus Palembang dengan agenda pembacaan tuntutan, Kamis (28/7).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Harun Yulianto SH MH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel melalui sambungan teleconference membacakan tuntutan ketiga terdakwa yang dihadirkan secara virtual.

Dalam tuntutannya, JPU menjelaskan bahwa perbuatan ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menyuruh mengangkut perniagaan BBM jenis solar.

“Menuntut dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M Faisal Anugrah dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 3 bulan, kemudian pidana denda Rp2 juta dan subsider kurungan 3 bulan. Sementara untuk kedua terdakwa yakni M Rizki Akbar dan M Naufal dituntut masing-masing pidana penjara selama 1 tahun,” terang JPU saat membacakan tuntutan.

Terpisah, tim kuasa hukum terdakwa M Faisal dari Posbakum Yulia SH, saat dikonfirmasi membenarkan kliennya dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.

“Iya, untuk terdakwa Faisal dituntut 1 tahun 3 bulan. Sedangkan dua terdakwa lain itu tim kuasa hukumnya dari luar,” jelas dia.

“Pekan depan agendanya pledoi atau nota pembelaan. Harapan kita minta lebih ringan dari tuntutan Jaksa. Dua pelaku diantaranya mahasiswa swasta di kawasan Jalan Jenderal A Yani Palembang,” ungkapnya.

Diberitahukan sebelumnya, bahwa terdakwa M Faisal Anugrah bersama M Rizki Akbar dan M Naufal alias Botan serta Koyel (DPO), pada Jumat (1/4) silam pukul 15.30 WIB, di SPBU 24.3021.26 Jalan Jenderal A Yani Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, melakukan penyalahgunaan pengangkutan solar dengan kendaraan pribadi yang dimodifikasi.

Pagi itu, terdakwa Faisal bertemu dengan terdakwa Rizki dan Naufal l di Mess Indralaya. Lalu terdakwa Faisal menyuruh Rizki dan Naufal untuk mulai ngerit atau membeli BBM di SPBU menggunakan mobil Toyota Kijang LGX BG 1621 warna hitam yang di dalamnya telah dimodifikasi tangki petak.

Terdakwa Faisal kemudian memberikan uang Rp4.485.000 untuk membeli BBM jenis solar, ditambah lagi uang makan Rp100 ribu. Maka siangnya terdakwa Rizki dan Naufal antre mengisi BBM jenis solar seharga Rp300 ribu.

Rizki dan Naufal mengisi solar di SPBU di pagi hari senilai Rp990 ribu, kemudian sorenya beli lagi Rp350 ribu lewat saksi Mazhar Yassir.

Solar tersebut perliternya Rp5.150. Rencannya solar itu akan dijual ke pelaku Koyel (DPO) perliternya Rp6.000. Untuk keuntungan perliter solar jadi Rp 850.(yns)