Viral Video Penampilan Seksi Dancer di Panggung Acara Ramadan

0

BATURAJA (fokus-sumsel.com) — Managamen Citimall Baturaja yang menjadi lokasi atau tempat acara bertajuk “Khasanah Busana Muslim Model Idola 2019”, akan menegur keras panitia yang sempat menampilkan Dancer Seksi yang menuai protes masyarakat.

Hal itu dikatakan Associate Director Marketing Communication PT Nirvana Wastu Pratama, Tegas Prita Soraya, Senin (20/5).

Tegas didampingi Communication and Creative Manager PT Nirvana Wastu, Indra Febriansyah, menyatakan pihaknya segera akan menegur panitia penyelenggara dalam hal ini Studio 54 Palembang.

Dikatakan Indra, Citimall seperti biasa mengakomodasi setiap komunitas yang mau bikin acara. “Dari proposal yang kita terima, temanya positif, jadi kita approve,” terang Indra seraya menambahkan petugas di lapangan juga sibuk, sehingga tidak bisa standby penuh selama acara berlangsung. Akhirnya baru tahu setelah videonya viral.

Indra menjelaskan, dalam rangka menyemarakan Bulan Suci Ramadhan dengan tema Ramadhan Kareem, Citimall Baturaja bukan hanya menyelenggarakan berbagai acara bertema Ramadan, namun juga mengakomodasi berbagai institusi dan komunitas yang ingin mengadakan kegiatannya.

Pada Minggu tanggal 19 Mei 2019, Studio 54 menyelenggarakan acara bertajuk “Khasanah Busana Muslim Model Idola 2019” di Citimall Baturaja. Sebelumnya, pihak Citimall Baturaja menyambut baik pengajuan penyelenggaraan acara tersebut karena dinilai positif dan sesuai dengan semangat di bulan Ramadan.

“Namun, dalam pelaksanaannya terdapat konten acara yang tidak sesuai dengan proposal kegiatan yang diajukan,” tandas Indra seraya menegaskan Citimall Baturaja akan memberikan teguran keras kepada pihak penyelenggara acara.

Pihak Citimall berjanji, akan lebih berhati-hati dalam menyeleksi setiap kegiatan yang diajukan di area Citimall Baturaja, untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi kembali.

Sementara itu, dalam acara yang kental dengan nuansa Ramadahan itu ada conten yang tidak sesuai dengan tajuk acara yakni tampilnya dancer berbusana minim menari seksi diatas panggung bersama penari lainnya. Moment dancer berpakaian minim menari seksi ini direkam kemudian videonya tersebar luas hingga viral.

Hanya dalam hitungan menit video ini beredar sudah menuai protes dan berbagai komentar di FB. Apalagi suasana bulan suci Ramadhan dan dancer berbusana minim ini juga ditonton oleh anak bawah umur yang sedang mengikuti lomba yang bertajuk “Khasanah Busana Muslim Model Idola 2019” di Citimall Baturaja.

Managemen Macael Studio 54 Enggan Minta Maaf

Sementara itu Manajemen MACAEL Studio 54 Palembang diwakili Reny enggan mengucapkan pernyataan permohonan maaf melalui pengumuman di media massa. Khususnya kepada umat muslim masyarakat OKU atas video viral yang menayangkan dancer berbusana minim dan menari seksi.

Reny terkesan tidak memperlihatkan rasa bersalah saat ditanya kenapa dalam pelaksanaannya terdapat konten acara yang tidak sesuai dengan proposal kegiatan yang diajukan dengan tema Ramadan.

Saat didesak membuat pengumuman pernyataan minta maaf kepada masyarakat OKU karena dinilai sudah mengusik ketenangan umat muslim beribadah, dengan menyuguhkan hiburan berbau porno. Pihak manajemen studio 54 mengaku keberatan karena dengan alasan tidak ada anggaran untuk pemasangan iklan permohonan maaf.

Namun melalui kata-kata Reny menyataan permohonan maaf apabila gara-gara dancer berbusana muslim yang menari di acara yang bertajuk “Khasanah Busana MuslimModel Idola 2019” di Citimall Baturaja sudah membuat tidak nyaman masyarakat OKU khususnya umat Islam.

Menurut Reny, pesertanya semuanya orang Baturaja dan dancer itu anak yang sekolah di Xaverius. Disisi lain, masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu mengutuk penampilan dancer yang mepertotonkan aurat di acara bertajuk “Khasanah Busana Muslim & Model Idola 2019”.

“Ini nak meracuni masyarakat Kabupaten OKU, belum pernah terjadi selama ini, apalogi di bulan Ramadhan,” komentar salah seroang netizen seraya menambahkan sungguh tidak etis, menampilkan tarian seronok dihadapan penonton yang bersorban dan ada anak-anak yang memakai peci karena memang acaranya bertajuk busana muslim.

Netizen yang kesal mendesak agar pantia penyelenggara minta maaf kepada masyarakat OKU atas ketidak nyamanan itu. (ags)