WBP Rutan Baturaja Terus Berkarya Agar Diterima Lagi Masyarakat

0

BATURAJA -Tidak hanya kerajinan tas talikur, kerajinan koran bekas serta berbagai produk tshirt/kaos, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Baturaja kelas II A Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali menampilkan hasil karyanya. Kali ini mereka membuat berbagai ukuran produk aquarium cantik yang tak kalah menarik dari produk buatan akuarium yang dijual di pasaran.

Kepala Rutan Baturaja, Herdianto AP MSi saat dibincangi mengatakan, sebelumnya pihaknya berhasil mendidik jiwa karya seni dan peluang wira usaha bagi para WBP yang saat ini tengah dibina di Rutan Baturaja. Adapun karya seni yang sebelumnya diciptakan yakni pembuatan karya seni miniatur patung yang memanfaatkan bahan dari kertas koran.

Selain itu, pembuatan berbagai produk kaos/Tshirt dengan kombinasi sablon. Dan bagi WBP perempuan juga berhasil menciptakan berbagai jenis dan bentuk tas cantik dari bahan anyaman tali kur.

“Saat ini kita kembali buat karya baru berupa pembuatan akuarium oleh WBP. Sudah ada beberapa contoh model produk akuarium dengan berbagai ukuran yang sudah jadi. Dan produk aquarium ini juga kita pasarkan kepada umum. Jadi kalau ada masyarakat yang ingin memesan bisa dan langsung datang ke Rutan, teman-teman WBP di dalam Rutan juga memiliki karya yang bisa dibanggakan,” ujar Karutan Baturaja, Herdianto, Selasa (16/7).

Herdianto mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung bagi para WBP yang memiliki keahlian. Seperti pembuatan produk aquarium ini.

Menurut Herdianto, dengan bekal kemahiran dan ketrampilan yang dimiliki nantinya para WBP akan memiliki bekal serta keahlian yang dapat dimanfaatkan jika sudah keluar dari Rutan. Sehingga para WBP tersebut tidak akan memberatkan bagi lingkungan atau keluarganya. Bahkan tidak lagi melakukan perbuatan yang melanggar atau melawan hukum seperti yang pernah dilakukan sebeluknya.

“Bahwa bukan kemauan mereka melakukan tindak pidana, tetapi hanya keterpaksaan belaka. Tentunya dengan keahlian yang dimiliki kami berharap setelah keluar, mereka dapat terus berkreasi tidak hanya di dalam Rutan, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (ags)