Camat Buana Pemaca Dukung Penuh Pelestarian Adat

0
Prosesi penyampaian adok atau pemberian gelar bagi pasangan pengantin menurut adat Komering
Prosesi penyampaian adok atau pemberian gelar bagi pasangan pengantin menurut adat Komering

MUARADUA (fokus-sumsel.com) — Camat Kecamatan Buana Pemaca, Hairil Anwar SH, mengaku sangat mendukung dilestarikannya acara adat istiadat serta kebudayaan milik masyarakat yang masih berlaku di wilayah Kecamatan Buana Pemaca hingga saat ini.

Salah satunya seperti adat istiadat suku masyarakat Komering yaitu acara pemberian adok atau gelar bagi pasangan pengantin serta tari sada sabai yang merupakan tarian adat yang dilakukan oleh kedua orang tua pasangan pengantin dengan di iringi lagu daerah ombay akas di setiap acara resepsi pernikahan.

Dikatakannya pemberian adok atau gelar menurut kebiasaan masyarakat Komering bagi pasangan yang baru menikah ini merupakan salah satu tradisi turun temurun yang ada di masyarakat suku Komering. Tak hanya di berikan kepada pasangan pengantin, namun kadang juga berlaku di saat acara khitanan, tergantung permintaan tuan rumah atau kedua orang tua anak yang hendak di khitan.

“Acara pemberian adok atau gelar milik masyarakat Komering perlu terus di lestarikan, karena selain termasuk budaya dan adat istiadat yang diwariskan secara turun temurun, juga merupakan salah satu kekayaan dibidang budaya yang ada di daerah OKU Selatan terutama di kecamatan Buana Lemaca,” tutur Camat.

Menyikapi masih terdapatnya kekurangan dibidang alat atau sarana pendukung untuk menggelar acara pemberian adok di Desa Damarpura yang merupakan salah satu desa di kecamatan Buana Pemaca, saat hadir menyaksikan langsung acara pemberian gelar adat suku Komering Camat Hairil berharap kepada pengurus adat yang ada di desa setempat untuk membuat proposal bantuan kepada Pemerintah Kabupaten dan pihak Kecamatan Buana Pemaca akan siap membantu proses pengajuan tersebut.

“Meski tadi saat acara pemberian adok saya melihat tidak ada yang memakai gong namun saat pemberian adok yang merupakan acara adat istiadat di desa ini cukup baik serta menarik. Kedepan diharapkan akan semakin bagus apalagi jika didukung dengan alat alat yang lengkap,” jelas Hairil.

Selain mendukung pelestarian ragam budaya serta adat istiadat yang ada di Kecamatan Buana Pemaca, Camat Hairil juga berpesan ditengah berbagai kemajuan teknologi serta pengaruh global saat ini berbagai kekayaan ragam budaya sekaligus adat istiadat yang masih di gunakan masyarakat di kecamatan tersebut harus dapat terus di jaga, jangan sampai hilang apalagi punah.

Sementara itu Tokoh Pemuda Kecamatan Simpang yang juga merupakan salah satu calon anggota Legislatif DPRD Kabupaten OKU Selatan, Hendri Gunawan, memberikan apresiasi langkah Camat Buana Pemaca dalam mendukung pelestarian berbagai seni budaya sekaligus acara adat istiadat di kecamatan Buana Pemaca.

Disampaikan oleh Hen, panggilan akrabnya, selain harus tetap dilestarikan berbagai seni budayaan adat istiadat yang masih sering di pakai ditengah masyarakat khususnya Komering seperti pemberian adok dan tari sada sabai tersebut harus tetap dijaga.

“Berbagai seni budaya adat istiadat yang ada di kabupaten OKU Selatan ini harus perlu terus dijaga serta dilestarikan. Ini juga sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru saat hadir di rapat paripurna HUT OKU Selatan ke 15 digedung DPRD Kabupaten OKU Selatan, Selasa (29/1) kemarin,” ujarnya.

Bahkan, terangnya Gubernur berharap dan meminta kepada Pemda OKU Selatan jika perlu hal itu di Perdakan. (den)