Dinkes OKU Pastikan Gunakan Vaksin Halal

0
Plt Kadinkes OKU, Rozali. Foto: Harki Mahali

BATURAJA – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rozali memastikan bahwa dalam program vaksinasi bagi masyarakat di wilayahnya pihaknya menggunakan vaksin COVID-19 yang halal yaitu Moderna dan Pfizer.

“Di Kabupaten OKU hanya dua jenis vaksin COVID-19 yang digunakan¬† yaitu Moderna dan Pfizer,” kata Rozali, Sabtu (9/9).

Hal tersebut ditegaskanya menyusul muncul jenis vaksin baru merek Convidencia dari Cansino Biologics Inc China yang disinyalir haram tidak boleh disuntikan ke tubuh manusia.

“Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang vaksin COVID-19 dengan merek Convidecia dari Cansino Biologics Inc China itu haram,” katanya.

Berdasarkan fatwa MUI Nomor 11 Tahun 2022 menyatakan jenis vaksin ini memanfaatkan bagian tubuh manusia yang berasal dari embrio bayi sehingga tidak boleh digunakan.

“Sejauh ini jenis vaksin yang diharamkan itu tidak beredar di OKU. Selama ini hanya Moderna dan Pfizer yang kami terima dari Dinkes Provinsi Sumsel,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI OKU, Admiati Somad secara terpisah menegaskan, dalam fatwa MUI menjelaskan tahapan proses produksi vaksin yang memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia sudah dipastikan hukumnya haram dalam ajaran Islam. “Alhamdulillah sejauh ini jenis vaksin haram tersebut belum beredar di OKU,” katanya.

Hanya saja, ia kembali mengingatkan agar pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan OKU memprioritaskan penggunaan vaksin COVID-19 yang halal, khususnya untuk umat Islam.

Hal tersebut dilakukan untuk menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan oleh masyarakat. “Sesuai fatwa MUI vaksin COVID-19 yang akan digunakan harus bersertifikasi halal dan aman bagi manusia,” tandasnya. (kie)