DLHK OKI Ambil Sampel Air di Sungai Lingkis

0
Tim dari DLHK Kabupaten OKI saat mengambil sampel air di Sungai Lingkis, Kecamatan Jejawi, Rabu (20/4). Foto: Febri Saleh

# Cek tercemar limbah atau tidak

KAYUAGUNG – Pengambilan sampel air Sungai Lingkis Desa Lingkis Kecamatan Jejawi dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten  OKI. Hal ini dilakukan guna memastikan apakah air tercemar limbah PT SUN Sawit atau tidak.

Kepala DLHK OKI, Ir Aris Panani mengungkapkan, tim langsung mengambil sampel di tiga titik yakni outlet PT SUN Sawit, Bagian Hulu dan Bagian Hilir. Selama 10 hari hasilnya bisa keluar, apakah nantinya air di sungai ini hasilnya tercemar atau sebaliknya. ”Jadi setelah ke lapangan langsung sampelnya diuji di lab,“terangnya, Rabu (20/4/2022).

Tapi dari kasat mata kata dia, terlihat airnya berlemak dak warna kuning seperti ada kandungan zat besi. Disinggung apakah tindakan yang akan diambil nantinya jika benar limbah ini dari perusahaan? Aris mengatakan, pihaknya masih akan melihat dulu hasil uji sampel airnya.

Masih kata dia, dari perusahaan selama ini sudah membuat kolam limbah dan memenuhi syarat amdal. Perusahaan juga melakukan uji terhadap sungai tiap semester dan tiap bulan menguji lab dari limbah mereka.

Kemungkian saat ini belum bisa memprediksi limbah sawit atau alam, karena dilihat di lapangan juga ada kanal baru dan petani mengelola sawah.

Jadi ada berapa variabel yang bisa dilibatkan apakah ini yang berkontribusi perubahan air sungai dominan dari mana.

Terpisah, Kepala Desa Lingkis, Supriyono mengungkapkan, saat ini lebih dari 20 kepala keluarga yang tinggal di desanya mengalami gatal-gatal karena 80 persen warganya menggunakan air sungai untuk keperluan mandi dan memasak. ”Kalau yang melapor gatal sudah 50 orang,” bebernya.

Gejalanya sama menimbulkan bintik, berair seperti biang keringat bahkan ada yang koreng karena sering digaruk. Untuk saat ini kebanyakan warga berobat sendiri karena belum ada pengobatan gratis baik dari Dinkes maupun puskesmas setempat.

Menurut Kades, pihaknya beruntung dari DLHK langsung turun ke lapangan mengambil sampel. Apapun nanti hasilnya semoga warga mendapatkan kejelasan kalau memang limbah dari PT SUN Sawit minta segera ditindaklanjuti.

Sementara Midin warga setempat mengaku, sudah 20 hari keluarganya mengalami gatal hingga koreng karena mengkonsumsi air sungai yang diduga tercemar limbah sawit.

Menurut dia, rasa gatal itu sempat diobati menggunakan minyak, namun hilangnya cuma sebentar karena setiap hari selalu mandi dan mencuci pakaian di sungai tersebut.

Terpisah, Kepala Tata Usaha PT SUN Sawit, Feri menambahkan, pihaknya yakin kalau limbah yang mencemari sungai itu bukan limbah perusahaan karena sudah memiliki pengelolaan limbah sendiri, tapi tetap menunggu hasil uji lab dari DLHK OKI bagaimana hasilnya. (feb)