Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Bibit Karet Dituntut 15 Bulan Penjara

0
JPU Kejari OKI saat membacakan tuntutan terhadap kedua terdakwa. Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Dua terdakwa yakni Tabroni Perdana dan Roni Candra yang terjerat kasus pengadaan bibit karet di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari OKI dengan hukuman 15 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Hal itu terungkap saat sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A khusus Palembang, dengan agenda tuntutan dari JPU, Senin (15/8).

Dalam korupsi yang dilakukan kedua terdakwa adalah terkait pengadaan bibit karet sebanyak 220 ribu bibit di Disbunak Kabupaten OKI.

Dari perbuatan kedua terdakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp317 juta lebih, sidang itu sendiri diketuai oleh Majelis Hakim Mangapul Manalu SH MH dihadiri oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Ogan Komering Ilir (OKI).

Tim JPU Kejari OKI menjerat kedua terdakwa telah melanggar Pasal 3 ayat 1 Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan Subsider JPU Kejari OKI.

“Dalam dakwaan kedua terdakwa sebagaimana dalam fakta persidangan telah memenuhi unsur menyalahgunakan kewenangan, memperkaya diri sendiri dan orang lain serta menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 317 juta yang dibebankan kepada terdakwa Roni Chandra,” ucap Aditya JPU Kejari OKI dalam persidangan.

Hal yang meringankan kedua terdakwa menyesali dan mengakui perbuatan serta telah menitipkan uang Rp317 juta kepada Kejari OKI, sebagai uang pengganti kerugian negara dan hal yang memberatkan, para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal memberantas korupsi.

Setelah mendengarkan tuntutan dari JPU Kejari OKI, tim Penasehat Hukum kedua terdakwa akan mengajukan Nota Pembelaan (Pledoi) dalam sidang yang akan digelar pada minggu depan. (yns)