Dua Terdakwa Oknum BPN Jalani Sidang Perdana

0
Suasana sidang perdana di PN Kelas 1A Kota Palembang terkait dugaan kasus korupsi gratifikasi Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019, Selasa (19/4). Foto: Nasuhi Sumanto

# Jaksa Terapkan Pasal Berlapis

PALEMBANG – Dua terdakwa oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang periode 2018 yaitu Ahmad Zairil dan Joke, yang terlibat kasus dugaan korupsi gratifikasi Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019, jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A khusus Palembang, dengan Agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (19/4/2022).

Dihadapan Majelis Hakim Mangapul Manalu SH MH, dipersidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Hendy Tanjung SH MH beserta Tim, yang mengikuti persidangan secara virtual membacakan dakwaan untuk kedua terdakwa.

Dalam dakwaan JPU menjelaskan bahwa kedua terdakwa diancam dengan pasal berlapis, yang pertama kedua terdakwa dikenakan Pasal 12 huruf a Juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah dirubah didalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Kedua, Pasal 12 huruf B Junto Pasal 18 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Yang Telah Dirubah Didalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegas JPU melalui sambungan Teleconference Dalam Persidangan.

Diberitahukan kejadian berawal bahwa kedua terdakwa terjerat kasus dugaan gratifikasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019, dari penerbitan Sertifikat yang dibuat melaui program PTSL tersebut, kedua terdakwa mendapatkan tanah yang berada di Kelurahan Kertapati, terdakwa Zairil mendapatkan satu bidang tanah dengan luas 1 Hektare sedangkan terdakwa Joke mendapatkan 500 meter persegi.

Dua tersangka itu yakni Ahmad Zairil merupakan mantan Kasi Hubungan Hukum BPN Kota Palembang yang saat ini menjabat sebagai Kepala BPN Empat Lawang dan Joke adalah Kasi Penataan dan Pemberdayaan BPN Kota Palembang tahun 2019.

Adapun odus kedua tersangka dalam kasus tersebut, diduga telah menerima gratifikasi berupa tanah dalam proses penertiban sertifikat hak milik melalui program PTSL tahun 2019.

Kedua tersangka tersebut diduga telah memanfaatkan jabatannya untuk memperoleh sesuatu dalam proses penerbitan sertifikat dalam program pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019. (yns)