Duguyur Hujan Deras, Ratusan Rumah di RS Sriwijaya Terendam Air

0
Gara-gara hujan deras yang mengguyur Kota Baturaja, Kamis (9/6) malam, tampak rumah warga di Perum RS Sriwijaya kebanjiran. Foto: Harki Mahali

BATURAJA – Curah hujan yang tinggi kembali mengguyur Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Kamis (9/6) malam. Akibatnya, ratusan rumah warga di Perum RS Sriwijaya terendam air.

Pantauan di lapangan tampak, banjir yang melanda warga kali ini lebih parah dibandingkan biasanya, karena rumah warga rata-rata terendam air dengan ketinggian antara 60 sentimeter hingga 2 meter.

“Kalau di Perum RS Sriwijaya ini sudah langganan banjir, namun malam ini banjirnya luar biasa tingginya,” keluh Eddy, warga Jalan Camar, Perum RS Sriwijaya.

Dia mengaku, tempat tinggalnya selama ini tidak pernah terkena banjir karena berada di dataran tinggi. “Paling yang suka langganan banjir itu di Camar I dan Camar II saja,” ungkapnya.

Namun karena semalam curah hujannya sangat lebat, kata Eddy, tidak disangka rumahnya ikut terendam air. “Saya sampai harus menghidupkan pompa air untuk membuang genangan air yang masuk ke dalam rumah ke sumur,” kata dia.

Menurut dia, selama 9 tahun tinggal di Perum RS Sriwijaya, baru kali ini rumahnya kebanjiran. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi warga yang rumahnya berada di dataran rendah yang ada di dekat Pasar RS Sriwijaya. Karena kami yang berada di dataran tinggi dan selama ini tidak pernah kebanjiran saja malam tadi rumahnya tergenang air,” sesalnya.

Keluhan serupa dikatakan Wati, warga Camar II Perum RS Sriwijaya. “Semalam kami terpaksa mengungsi ke lantai dua, karena genangan airnya sudah masuk ke lantai satu hingga setinggi lutut orang dewasa,” keluhnya.

Wati mengaku, lingkungan di sekitar tempat tinggalnya sudah menjadi langganan banjir, karena berada di dataran rendah. Namun baru semalam ketinggian airnya luar biasa. “Kalau biasanya paling airnya menggenangi jalan dengan ketinggian sebatas mata kaki saja. Namun semalam sudah sekitar 60 sentimeter. Bahkan rumah kami yang sudah tinggi saja ikut tergenang air sebatas lutut orang dewasa,” sesalnya.

Tak ingin kejadian serupa terulang lagi, Eddy dan Wati berharap, pemerintah daerah segera memperbaiki saluran pembuangan air yang ada di Perum RS Sriwijaya, sehingga bisa berfungsi dengan maksimal menyaluran air hujan ke sungai agar tidak menggenangi rumah warga. (kie)