FKD OKU Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

0
FKD OKU menggelar kegiatan Bimtek Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, di Hotel The Zuri Baturaja, Senin (29/8). Foto: Harki Mahali

BATURAJA – Forum Kepala Desa Ogan Komering Ulu (FKD OKU) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa. Kegiatan ini dalam rangka Pencegahan Korupsi Pengelolahan Keuangan Desa di Kabupaten OKU, Senin (29/8).

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel The Zuri Baturaja ini diikuti oleh Kepala Desa (Kades) beserta perangkatnya dari 136 Desa.

“Ada 7 desa yang belum bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini karena ada kegiatan lainnya, mungkin dilain kesempatan nantinya bisa ikut,” kata Ketua FKD OKU Plando didampingi ketua pelaksana Muhtarom, saat dibincangi wartawan.

Dikatakan Plando, kegiatan ini merupakan inisiatif dari seluruh kepala Desa di OKU agar tidak lagi terjadi kesalahan dalam pengelolaan dan administrasi dana desa (DD).

Kegiatan yang digelar selama satu hari ini, bekerjasama dengan pihak PMD, Polres OKU dan Inspektorat OKU.

“Biasanya kalo bimtek yang ikut cuma kadesnya saja, ini sengaja kita juga melibatkan perangkat desa karena mereka ini yang lebih banyak membuat administrasi DD, biar sama-sama paham,” paparnya.

Plando berharap agar kegiatan ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kades dan perangkat desa dalam pengelolaan DD.

“Nantinya setiap ilmu yang didapat dan diberikan oleh narasumber bisa diterapkan dalam tugas dan pengelolaan dana desa, dan kita ingin memperkecil kesalahan dan menjegah terjadinya korupsi,” terangnya.

Sementara itu, Pj Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah yang diwakili Asisten I Setda OKU Slamet Riyadi dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah desa merupakan garis terdepan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat yang harus berjalan efektif dan akomodatif terhadap kebutuhan dan kepentingan masyakarat setempat.

“Selain itu, penataan reformasi pemerintahan¬† guna membangun kepemerintahan yang baik harus dimulai dari tingkat bawah, sehingga pemerintah desa sebagai ujung tombak dan penggerak fungsi pemerintahan dapat berjalan baik,” jelasnya. (kie)