Gelar Seminar KIE tentang Keamanan Pangan, Ini Arahan Asisten Setda Muba

0
Para peserta mengikuti seminar KIE Keamanan Pangan, di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Senin (26/9). Foto: Riduwansyah

SEKAYU – Pengawasan obat dan makanan mempunyai implikasi yang luas terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai konsumen makanan, masyarakat membutuhkan perlindungan dari risiko peredaran produk pangan yang tidak memenuhi syarat.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Muba Drs Syafaruddin, M.Si., saat membuka acara seminar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan, di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Senin (26/9).

“Melalui kegiatan ini kita harapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pangan aman, bermutu dan bermanfaat serta meningkatkan peran berbagai pihak dalam pengawasan makanan yang beredar di masyarakat,” kata Syafaruddin.

Menurut dia, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya merupakan hak asasi manusia (HAM), sehingga harus tersedia dalam jumlah yang cukup, aman dan bergizi.

Namun, realitanya masih ditemukan produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan. Masih banyak dijumpai kasus keracunan makanan. Bahkan diare merupakan penyakit yang paling banyak terjadi.

“Untuk itu, seminar KIE Keamanan Pangan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman agar kita semua dapat memilih pangan sesuai dengan standarnya dan terbebas dari berbagai penyakit,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Maryadi, SKM., M.Kes., menyampaikan, masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa makanan yang dikonsumsi sebagai sumber energi. Padahal lebih dari itu, didalam makanan terdapat kuantitas dan kualitasnya.

“Jadi kita harus mengetahui kuantitas maupun kualitas yang akan dikonsumsi. Apakah yang makanan yang dikonsumsi mempunyai manfaat atau tidak. Karena makanan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang,” tuturnya.

Dia melanjutkan tujuan seminar KIE keamanan pangan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat melindungi dirinya dari makanan yang tidak memenuhi ketentuan seeta mengerti akan pentingnya keamanan pangan.

“Saya harap 200 peserta yang mengikuti seminar ini dapat sungguh-sungguh, dan bisa menyampaikan informasi yang didapatkan ini ke keluarga, teman dan para tetangga,” jelasnya. (wan)