Gerakan Subuh Sedekah di Palembang Raih Rekor MURI

0
GSS 11.000 ASN di lingkungan Pemkot Palembang, pecahkan rekor MURI, Minggu (3/7). Foto: Erik Agustino

PALEMBANG – Gerakan Subuh Sedekah (GSS) 11.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, pecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), Minggu (3/7) pagi.

Program kerja unggulan Walikota (Wako) Palembang, H Harnojoyo mewujudkan visi dan misi Palembang EMAS Darussalam 2023 dengan menggerakkan subuh dan sedekah berjamaah di 107 kelurahan di Kota Palembang secara serentak itu dilaunching di Masjid Darussaid Kota Palembang. “Alhamdullilah setelah 2,5 tahun sejak pandemi, gerakan subuh berjamaah kembali kita lakukan,” kata Harno.

Gerakan subuh berjamaah yang resmi dilaunching bersamaan GSS itu, kata orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, GSS langsung melibatkan seluruh abdi negara di lingkungan Pemkot Palembang untuk langsung menyisihkan rezekinya melalui kotak amal masjid.

Sebelumnya, kata Harno, rekor MURI juga pernah terpecahkan di subuh berjamaah melalui aplikasi SIABUH berapa tahun lalu.

Subuh berjamaah telah dimulai dengan mengajak seluruh pejabat dan pimpinan BUMD, PNS, dan Non PNSD di lingkungan Pemkot Palembang dengan menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) Palembang No 69/2018 dan terus dikembangkan dengan mengajak RT/RW dan masyarakat dengan menerbitkan Perwali Palembang No 3/2020. “Gerakan subuh berjamaah ini didukung dengan aplikasi absensi yang disebut dengan SIABUH,” terang Harno.

Harno sangat bersyukur setelah kembali dilaunching GSS ini, silaturahmi dan bertatap muka langsung dengan masyarakat kembali dapat dilakukan pasca pandemi Covid-19 ini.

“Saya harap dengan mendapatkannya Rekor MURI dan adanya sedekah subuh diikuti oleh ASN bisa membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan uluran tangan,” papar Harnojoyo.

Dari sedekah serentak 11.000 ASN di 107 kelurahan dari 18 kecamatan ini, telah terkumpul Rp137 juta dengan asumsi tiap ASN menyisihkan rezeki sekitar Rp2.000.

“Saya sangat mengapresiasi sekali terobosan baru ini dengan cara memberikan sedekahnya dan ini sangat luar biasa sekali,” jelasnya.

Kedepan, pihaknya bisa melakukan perbaikan rumah yang tidak layak huni. “Perbaikan rumah tidak layak huni bulan depan akan kita mulai. Tentunya ini akan kita sinergikan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang, Reza Pahlevi menjelaskan, kegiatan ini terselenggara atas dukungan BAZNAS Kota Palembang, Kementerian Agama (Kemenag) dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan MUI Kota Palembang.

“Target sedekah ASN ini akan dilakukan selama 2 bulan sekali. Ini merupakan program perdana dari MUI Kota Palembang. Ditarget ada sekitar 300-500 masjid di Palembang akan dikunjungi dalam GSS ini,” ulas Reza.

Ia menambahkan masjid yang ada di Kota Palembang akan diberikan sertifikasi A sampai C dengan asumsi nilai A jika imamnya hafal Al Qur’an, memiliki perpustakaan, ada TK TPA dan ada minimarket sembako. (rik)