Mantan Gubernur Alex Noerdin Hadir Sebagai Saksi Kasus PDPDE

0
Suasana sidang kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi PDPDE Sumsel di PN Tipikor Palembang yang menghadirkan mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin sebagai saksi. Foto: Nasuhi Sumanto

PALEMBANG – Kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi PDPDE Sumsel, yang menjerat empat terdakwa yaitu Muddai Madang, Caca Isa Saleh, Alex Noerdin dan Yaniarsah Hasan, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Selasa (17/5).

Dihadapan majelis Hakim yang diketuai Yoserizal SH Mhum, Tim Kejaksaan Agung RI, Muhammad Zulkifli SH MH, menghadirkan langsung Mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin sebagai saksi untuk tiga terdakwa.

Pada sidang itu, JPU Kejagung RI, Muhammad Zulkifli SH MH mencecar Alex dengan pertanyaan seputar kasus kerjasama PDPDE dengan PT Dika Karya Lintas Nusantara (DKLN).

PT DKLN sendiri diketahui adalah milik Muddai Madang.  “Apakah ada kerjasama dengan PT DKLN? Apa isi perjanjian kerjasama itu?, “tanya Zulkifli.

Alex pun menjelaskan, gas yang akan dibeli itu berasal dari Jambi yang diperuntukan untuk kebutuhan listrik khususnya di kawasan Tanjung Api-api (TAA), Kabupaten Banyuasin.

Sebab, pihak PLN tak sepenuhnya dapat menyerap kebutuhan listrik di daerah kawasan TAA, bahkan sampai sekarang. “13 Oktober 2009 ada permohonan alokasi gas untuk Sumsel. Surat kedua 21 Januari 2010,” jelasnya.

Kemudian, pihak PDPDE pun menjalin kerjasama dengan PT DKLN untuk memasok gas. Dalam kontrak perjanjian kerjasama itu, PT DKLN akan menanggung seluruh pembiayaan sampai gas sampai mengalir.

“(Keterangan) saksi buang badan semua, apa yang mereka sampaikan itu tidak benar. Resiko (kerugian) itu ada di DKLN, setelah terjadi jual beli (gas) dan seterusnya,” kata Alex.

Terpisah, JPU Kejagung RI, Muhamad Zulkifli SH Mhum, saat diwawancarai wartawan mengatakan, terkait kesaksian Alex yang menyebut bahwa para saksi buang badan, maka hal itu dinilai tidak punya dasar. Sebab para saksi kemaren disumpah dan mempunyai tanggungjawab terhadap yang diatas.

“Itukan kesaksian Alex, karena dia disumpah tinggal penilaian majelis hakim saja,” tuturnya. (yns)