Miris, Disuruh Jaga Keris, Istri dan Anak Justru Diperkosa Dukun Cabul

0
Kapolres OKI, AKBP Diliyanto SIK SH MH. Foto: Febri Saleh

KAYUAGUNG – Perbuatan Imam Syafaat (29), warga Desa Tugu Jaya Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, sungguh biadap. Pasalnya, pria yang mengaku berprofesi sebagai dukun ini nekat memperkosa tiga orang pasiennya sekaligus, yakni SH (39) dan dua anaknya inisial SA (15) dan N (22) yang tengah hamil 6 bulan.

Kapolres OKI, AKBP Diliyanto SIK SH MH melalui Kapolsek Lempuing, AKP AK Sembiring mengatakan, adapun modus pelaku melancarkan aksi cabulnya itu adalah dengan cara berpura-pura bisa mengobati SH dan kedua putrinya.

Dijelaskan Kapolsek, kasus ini sendiri bermula saat korban SH berkenalan dengan pelaku lewat facebook. Kemudian pelaku yang mengaku punya ilmu kebatinan ini meminta SH mengirim fotonya tanpa busana untuk menerawang apakah korban kerasukan jin atau tidak.

Selanjutnya korban yang percaya saja dengan pelaku, mengirimkan fotonya bersama anaknya SA. “Usai dikirim foto, pelaku mengatakan bahwa di tubuh SH dan SA banyak jinnya,” ungkap Kapolsek.

Kemudian kedua korban diajak pelaku bertemu di waterboom yang ada di Lempuing untuk diobati. Lalu SH dan SA diajak ke rumah orang tua angkat tersangka di Desa Kepahyang.

Setiba di Desa Kepahyang lanjut Kapolsek, kedua korban langsung diobati dan diberikan minyak di sekujur tubuhnya. Lalu keduanya diperkosa secara bergilir. “Para korban ini diduga dicuci otak oleh tersangka, sehingga mau saja menuruti apa yang dia katakan,” sesal Kapolsek.

Hebatnya lagi ungkap Kapolsek, pelaku sendiri pernah mendatangi rumah korban di Desa Mekarwangi, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI dengan alasan ingin memagar rumah SH agar aman dari gangguan jin dan setan.

Sesampainya di rumah korban, pelaku bukannya melakukan tugasnya, namun justru memperkosa kedua anak SH, yakni SA dan N di dalam kamar. Bahkan pelaku sempat menginap di rumah korban.

“Anak korban yakni N ini sebenarnya sudah berkeluarga dan tinggal di Belitang, Kabupaten OKU Timur. Namun pelaku meminta SH memanggil anaknya itu, karena N dikatakannya sudah diguna-gunai mertuanya. Lantas SH percaya saja dan menjemput anaknya itu,” beber Kapolsek.

Guna melancarkan aksi bejatnya ini kata Kapolsek, pelaku meminta suami SH, yakni Susanto (49) agar menjaga keris miliknya yang diletakkannya di salah satu kamar yang ada di rumah korban.

“Semua kejadian ini berlangsung antara tanggal 17 hingga 25 Juli 2022. Pelaku sendiri usai beraksi tanpa rasa sungkan meminta uang jasa pengobatan terhadap korban senilai Rp2,9 juta,” sesal Kapolsek.

Merasa aksi mesumnya berjalan mulus, lalu pelaku kembali membujuk SH dan suaminya agar menitipkan anaknya, SA di rumahnya agar bisa dimasukan ke pondok pesantren dan bekerja. “Pada aksi terakhirnya ini pelaku meminta upah Rp10 juta. Sialnya, perbuatan busuknya itu akhirnya tercium juga oleh Susanto yang mulai menaruh curiga dengan gerak gerik tersangka,” tegas Kapolsek.

Susanto yang mulai curiga lalu mengintrogasi istri dan kedua anaknya. Bak disambar petir, Susanto langsung naik pitam begitu mendengar cerita polos istri dan anaknya soal perbuatan mesum tersangka.

Merasa dikadali, akhirnya Susanto menyuruh istrinya SH melaporkan ulah Imam itu kepada aparat kepolisian. “Usai menerima laporan dari korban pelaku langsung kita ringkus. Atas ulahnya itu, pelaku akan kita jerat dengan UU Perlindungan anak Pasal 81 Ayat 1 ke 2 UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tandas Kapolsek. (feb)