Mudik Bersama Keluarga, Ini 3 Tips #Cari_Aman Ala Astra Motor Sumsel

0
Ilustrasi

PALEMBANG- Moment Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu hal yang sangat ditunggu-tunggu seluruh masyarakat yang telah melaksanakan puasa di bulan suci ramadhan untuk berkumpul bersama sanak saudara diberbagai daerah, bahkan antar provinsi.

Dibutuhkan beragam pilihan transportasi dan untuk perlu dicermati dengan tepat dan pas, dimana untuk mengantarkan keluarga bersilahturahmi. Salah satunya dengan menggunakan sepeda motor.

Safety Riding Instructor Astra Motor Sumsel, Muhamad Isnaini, Jum’at (29/4) mengatakan, mudik di moment Hari Raya Idul Fitri merupakan hal yang sangat menyenangkan.

Namun perlu diingat untuk senantiasa menerapkan #Cari_Aman dalam berkendara sehingga mudik dapat dilaksanakan dengan naman dan nyaman. “Mudik bersama keluarga tentunya merupakan salah satu momen yang sangat dinantikan saat menyambut hari raya,” ujarnya.

Kemudian, tentunya bagi keluarga yang hendak melaksanakan mudik, sangat penting menerapkan #Cari_Aman saat berkendara agar selamat sampai tujuan.

Berikut beberapa hal yang harus dan perlu diketahui serta disiapkan oleh para bikers atau pemotor yang ingin berkendara bersama keluarga, membawa barang dan penumpang dengan berkendara menggunakan sepeda motor ditemani anggota keluarga adalah hal yang menyenangkan.

“Namun membutuhkan konsentrasi tinggi bagi pengendara karena adanya kecenderungan ingin melakukan melakukan percakapan ringan atau bersenda gurau dengan pembonceng. Hal ini dapat merusak konsentrasi dan juga keseimbangan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat berboncengan alangkah baiknya pembonceng dan yang dibonceng agar dapat memeluk pengendara atau yang membonceng agar dapat memegang jaket pengendara untuk menambah keseimbangan saat berkendara.

Selain itu, pembonceng perlu mengikuti arah pergerakan pengemudi di depannya. Pastikan tidak berkendara lebih dari dua orang dan tidak membawa barang terlalu banyak.

“Aturan berkendara membawa penumpang berlebihan diatur dalam Undang-undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya pada pasal 106 mengenai aturan berkendara sepeda motor, tidak boleh membawa penumpang lebih dari 1 orang,” paparnya.

Sedangkan dalam membawa barang, perlu diperhatikan aturan guna menambah kenyamanan berkendara seperti lebar barang bawaan yang tidak melebihi setang kemudi dan barang ditempatkan di belakang pengendara serta tidak melebihi panjang sepeda motor maupun tinggi bahu pengemudi saat duduk berkendara.

Selain itu, pastikan barang bawaan terikat erat sehingga tidak berpotensi mengganggu keseimbangan saat berkendara.

Adapun aturan perjalanan dalam berkendara, bikers juga perlu perhatikan jarak tempuh. Jika berkendara jarak jauh yang memiliki jarak berkendara lebih dari 2 jam, para pengendara harus melakukan istirahat setiap 2 jam sekali mengingat kondisi tubuh yang mulai lelah.

“Jika berkendara jarak dekat yakni kurang dari dua jam, perlu diperhatikan asupan cairan dalam tubuh dengan memperbanyak minum serta istirahat,” imbuhnya.

Dia mengaku membuat rencana perjalanan merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan oleh para bikers, khususnya bagi yang melakukan perjalanan jauh.

Pengendara dapat mengecek kondisi lalu lintas dari berbagai aplikasi perjalanan dan mencari jalan alternatif yang bisa dilalui agar tidak terjebak dalam kemacetan.

“Para bikers juga perlu melihat kondisi cuaca dan area yang akan dilewati, sehingga dapat memberikan gambaran kondisi perjalanan serta perlengkapan yang dibawa,” jelasnya. (sus)