Pemkab Muba Gelar Pelatihan KHA bagi Pendamping Anak

0
DPPPA menggelar Pelatihan KHA bagi pendamping anak, di Gambo Hotel dan Residence Sekayu, Senin (29/8). Foto: Riduwansyah

SEKAYU – Komitmen penuh dalam pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Muba terus digencarkan. Kali ini, Pemkab Muba melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) bagi pendamping anak, di Gambo Hotel dan Residence Sekayu, Senin (29/8).

Pembukaan pelatihan KHA ini ditandai dengan penyematan tanda peserta dan dibuka oleh Pj Bupati H Apriyadi diwakili Kepala DPPPA Muba Dewi Kartika, SE., M.Si., dengan narasumber Faisal Cakra Buana, Yusuf Alfarisih dari Yayasan Bina Sejahtera Indonesia.

Pelatihan ini juga diikuti peserta dari para pendamping anak diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, RSUD Sekayu, Pengadilan Agama Sekayu, SLB Sekayu, UPPA Polres, Lapas Sekayu, Dinsos, PKK Kabupaten, Puskesmas, Perangkat Desa, Guru (SD, SMP, dan SMA), pengurus panti asuhan, forum anak, karang taruna dan instansi terkait.

Kepala DPPPA Muba Dewi Kartika, SE., M.Si., mengatakan bahwa hak-hak anak merupakan bagian integral dari hak asasi manusia yang merupakan anugerah tuhan yang diberikan kepada manusia sejak dalam kandungan.

Negara bukan pemberi HAM, tetapi negara melaksanakan kewajiban atas terlaksananya ham bagi seluruh rakyatnya yang meliputi menghormati, memenuhi dan melindungi.

“Pelatihan ini dilaksanakan untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM) terlatih dan memahami tentang KHA secara utuh, sehingga dapat mengembangkan kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam implementasi KHA di Kabupaten Muba,” ungkapnya.

Selain memberikan pemahaman kepada para pemangku kebijakan, lanjut Dewi, pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan hasil meningkatnya kapasitas SDM di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak, berkembangnya langkah-langkah strategis dalam implementasi pemenuhan hak anak berdasarkan isi KHA.

“Harapan kami peserta dapat mengikuti dan menyimak dengan seksama materi yang disampaikan oleh narasumber, agar seluruh peserta dapat memahami dasar atau filosofi, prinsip,dan isi KHA, serta mampu menerapkan hak-hak anak dalam kebijakan, program dan kegiatan pembangunan dalam kabupaten yang kita cintai ini,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak DPPPA Muba Endang Fitriyanti dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini dilandasi berdasarkan Peraturan Menteri PPPA Republik Indonesia No 6/2015 tentang Sistem PPPA, dan Peraturan Daerah Kabupaten Muba nomor 12/2011 tentang Perlindungan Anak di Kabupaten Muba.

“Pelaksanaan peraturan upaya pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak secara jelas telah diatur dalam Undang-undang No 35/2014 tentang pelindungan anak. Namun dalam implementasinya pelaksanaan peraturan ini masih ada kendala di berbagai sektor. Hal ini disebabkan salah satunya adalah terbatasnya pengetahuan dan pemahaman penyedia layanan dan para pendamping anak yang memahami tentang KHA dan undang-undang perlindungan anak itu sendiri,” jelasnya.

Dikatakannya, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai dari 29 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2022.

Adapun tujuan diadakannya pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman terkait hak-hak anak dan etika bekerja dengan anak bagi penyedia layanan dan para pendamping anak dengan memberikan pemahaman, landasan dan arahan yang jelas bagi para pendamping anak dalam melakukan proses pendampingan pada anak sehingga tidak terjadi pelanggaran HAM. (wan)