Pertamina Beri Pelatihan Pengomposan untuk Kelompok Tani Desa Pulau Semambu

0

PALEMBANG, – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II melalui Integrated Terminal (IT) Palembang mengadakan pelatihan pengomposan kepada para petani di Desa Pulau Semambu. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir dan Eco Green House.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu wujud kepedulian PT Pertamina (Persero) MOR II terhadap para petani dan lingkungan. Dimana pupuk cair dan pupuk padat dibuat dengan menggunakan limbah organik rumah tangga.

Selama ini, sampah rumah tangga menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan data, Desa Pulau Semambu menghasilkan sampah organik rumah tangga  sebanyak 769,5 Kg dari  513 Kepala Keluarga (KK). Masyarakat Desa Pulau Semambu masih melakukan tradisi “bakar sampah” untuk mengurangi timbunan sampah.

Dilihat dari sisi pertanian, Desa Pulau Semambu memasok 70% sayuran dan buah-buahan untuk Kota Palembang. Namun, sekitar 20%-30% sayuran dan buah-buahan yang dihasilkan para petani tidak terjual sehingga membusuk dan belum termanfaatkan. Permasalahan lain yang dirasakan para petani adalah semakin mahalnya harga pupuk.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan IT Palembang untuk mensinergikan antara permasalahan pupuk yang dihadapi para petani dengan permasalahan sampah rumah tangga.

Pengomposan yang dilakukan dengan mengangkat budaya kearifan lokal yaitu dengan menerapkan metode “pembuatan bekasam”. Bekasam merupakan makanan
fermentasi yang biasa di makan oleh masyarakat Sumatera Selatan. Pengomposan ini menggunakan bahan nasi basi, sampah organik rumah tangga yang mana akan menghasilkan pupuk padat dan pupuk cair. Adanya kegiatan ini akan berdampak untuk para petani dengan estimasi angka penghematan yang dilakukan petani untuk pembelian pupuk sebesar Rp810.000/ha. Dimana petani biasanya menggunakan pupuk urea sebanyak 90 Kg/ha dengan harga per kg sebesar Rp9.000.

Ketua Gapoktan, Sunarno berterimakasih dengan diadakannya pelatihan pengomposan ini untuk para petani di Desa Pulau Semambu. “Dengan adanya kegiatan ini, kita dapat menambah ilmu baru selain itu juga memberikan solusi bagi para petani untuk menghasilkan pupuk cair dan pupuk padat organik sendiri sehingga para petani dapat melakukan penghematan untuk pembelian pupuk,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, Sekar mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih atas perhatian yang telah diberikan oleh Pertamina terutama untuk para petani. “Semoga kita dapat berkolaborasi untuk mensejahterakan para petani di Desa Pulau Semambu, seperti yang kita ketahui pertanian merupakan salah satu potensi besar yang dimiliki Desa Pulau Semambu sehingga kita harus bersama-sama mendampingi petani hingga sejahtera,” ujarnya.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan, berharap dengan di laksanakannya kegiatan ini memberikan manfaat bagi para petani dan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi para petani di Desa Pulau Semambu.

“Dari sisi pengolahan limbah organik rumah tangga, kegiatan ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) No. 12 yaitu menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, dimana dengan adanya kegiatan ini mengurangi produksi sampah rumah tangga melalui daur ulang. Sedangkan dari sisi pertanian mendukung tujuan SDGs No. 2 yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Dimana melalui kegiatan ini dapat mendukung dalam peningkatan pertanian berkelanjutan.

Program pemberdayaan para petani di Desa Pulau Semambu akan berkelanjutan dengan rencana program penerapan pertanian ramah lingkungan untuk seluruh petani di Desa Pulau Semambu. Sedangkan disisi hilir, selain hasil pertanian di jual secara langsung, juga akan berkolaborasi dengan UMKM pengolahan produk hasil pertanian Desa Pulau Semambu yang akan menjadi salah satu oleh-oleh khas Desa Pulau Semambu. (rel)