Pertamina – Pemerintah – Masyarakat Bergandengan Erat Wujudkan Plaju Berdaya

0

PALEMBANG – Bicara soal Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju termasuk salah satu perusahaan paling variatif dalam program-programnya. Selain variatif, TJSL atau yang juga familiar dengan sebutan Corporate Social Responsibility (CSR) PT KPI RU III Plaju yang menyasar ring 1 wilayah operasional juga dilakukan secara sustain atau berkelanjutan dengan menggandeng Pemerintah serta aktor lokal dari kalangan masyarakat Kecamatan Plaju.

General Manager (GM) PT KPI RU III Plaju Edy Januari Utama, didampingi Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Yulianto Triwibowo, Manager Health, Safety, Security & Environment (HSSE) Binsar Butar-Butar dan Area Manager Communication, Relations & CSR Siti Rachmi Indahsari menyambangi komunitas masyarakat binaan CSR PT KPI RU III Plaju di Kelurahan Plaju Ulu dan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Kota Palembang.

Edy beserta rombongan meluncur ke Lorong Saleh, Kelurahan Plaju Ulu untuk mencicipi olahan tempe masyarakat yang secara berkelanjutan dibina PT KPI RU III Plaju sejak 2019 dengan kolaborasi bersama berbagai pihak. Lurah Plaju Ulu Davy Anggreana, Ketua RW 02 Taufik dalam kesempatan itu turut hadir bersama Junaedi, salah satu pengrajin tempe saat menyambut kedatangan Edy beserta rombongan. Junaedi, yang juga sebagai Ketua RT 06 mengenang masa lampau sebelum Lorong Saleh disentuh PT KPI RU III Plaju dimana sempat terjadi konflik antar warga.

Tak dipungkiri, produksi tempe di Kecamatan Plaju sudah masuk sejak 1952, dengan gaya produksi yang konvensional tanpa memerhatikan dampak limbah yang ditimbulkan. Sehingga bau tak sedap sering kali menyeruak dan menjadi percikan api konflik antar warga, yang bukan pengrajin tempe merasa sangat terganggu oleh limbah dari pengrajin tempe. “Dulu sempat ada konflik antara pengrajin dan bukan pengrajin tempe karena bau yang ditimbulkan dari limbah produksi tempe kita,” kenang Junaedi. Davy membenarkan hal itu, ditambah menurutnya dulu masyarakat sering komplain karena mengeluhkan limbah produksi tempe.

Akhirnya PT KPI RU III Plaju hadir dan menjawab permasalahan itu. Bermodalkan keahlian Perwira yang ahli dalam mengelola limbah, dipasanglah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengurangi dampak bahaya dan bau tak sedap dari limbah produksi tempe yang ditimbulkan, meskipun para pengrajin tempe awalnya menolak dipasang IPAL. “Kami awalnya tidak mau dibantu pemasangan IPAL, karena nampaknya rumit,” tutur Junaedi. Tapi setelah merasakan dampak IPAL yang dipasang di empat titik, ia dan pengrajin tempe lainnya lantas berharap pemasangan IPAL ditambah.

Dari sisi produksi dan penjualan tempe, sebagaimana diakui Junaedi ikut mengalami peningkatan pasca dibina PT KPI RU III Plaju. “Kita menyetok bahan baku kedelai dalam jumlah yang sama setiap bulannya, pasca dibina Pertamina, kedelai lebih cepat habis, penjualannya pun meningkat,” ujar Junaedi. Apalagi, hadirnya CSR PT KPI RU III Plaju yang kian variatif dan mendorong inovasi produk tempe yang dihasilkan.

Seperti yang sedang dijalankan sekarang, PT KPI RU III Plaju menggaet mahasiswa dalam ajang Small Medium Enterprise Empowerment Competition (SMEEC) berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya. Dalam ajang kolaboratif itu, peserta SMEEC yang ditugaskan mendampingi kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT KPI RU III Plaju berlomba-lomba mendorong inovasi produk yang didampinginya. Lalu lahirlah inovasi Nugget Tempe yang diolah dari bahan tempe di Lorong Saleh, yang laku keras di pasaran. Ada juga keripik tempe yang enak dijadikan camilan.

Perjalanan berlanjut ke Rumah Bu Jamiah yang juga merupakan Ketua Posyandu Melati. Disana, Edy beserta rombongan diajak Bu Jamiah berkeliling pekarangan rumahnya yang asri, hijau dan dipenuhi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Edy juga tampak asyik memanen pakcoy hidroponik yang instalasinya dibantu PT KPI RU III Maret lalu. Adapun 20% Keuntungan penjualan sayur hidroponik yang telah dipanen sebanyak tujuh kali itu, dialokasikan untuk memproduksi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). MPASI dalam bentuk cookies berbahan baku TOGA diproduksi Posyandu Melati dengan bekal pelatihan yang diberikan PT KPI RU III Plaju untuk meningkatkan nafsu makan anak dan mencegah stunting.

Sebagai bagian dari Program Kampung Pangan Inovatif, di Rumah Bu Jamiah juga diproduksi teh herbal berbahan baku tumbuh-tumbuhan yang juga ditanam di rumahnya, seperti sambiloto, daun mint, bunga telang, rosella, bidara dan daun sungkai. Pendampingan yang berkelanjutan dari PT KPI RU III Plaju kepada Bu Jamiah telah beberapa kali mengantarkannya meraih sederet penghargaan.

Usai puas melirik kelompok binaan PT KPI RU III Plaju di Destinasi Wisata Pangan Plaju Ulu, Edy beserta rombongan juga menyambangi kampung kreasi Lorong Mari di Kelurahan Talang Bubuk, disambut oleh Lurah Talang Bubuk Susanto dan Satgas Ayam Jago (Ayo Samo-Samo Jago Tetanggo) yang juga dibentuk atas kerja sama CSR PT KPI RU III Plaju dan Pemerintah Kelurahan Talang Bubuk. Kampung Kreasi Lorong Mari merupakan sebuah kampung kecil di sudut Kota Palembang yang berhasil mengubah citra kampung kumuh menjadi Kampung Kekinian. Mitra binaan Kilang Pertamina Plaju ini mengandalkan potensi produk bekas menjadi barang dengan nilai seni dan estetika yang tinggi. Di Lorong Mari, terdapat instalasi Water Barrel Irrigation System (TERALIS) sebagai penampung air hujan yang dimanfaatkan untuk vertical garden dan TOGA. Ada juga produksi disinfektan yang diproduksi dari tanaman serai.

Satgas Ayam Jago yang awalnya dibentuk dengan tujuan melindungi masyarakat dari risiko penyebaran Covid-19 itu kini juga telah direskilling untuk diperbantukan mengurangi risiko bencana kebakaran dan banjir akibat pasang surut air Sungai Musi melalui pengembangan Program Patra Siaga. Di Lorong Mari, rombongan juga menyapa kelompok UKM Mari Kemplang yang juga merupakan binaan PT KPI RU III Plaju. Edy dan rombongan sempat menengok proses pemanggangan kemplang dan mencicip kuliner khas Palembang itu secara langsung setelah dipanggang. Kelompok UKM Mari Kemplang memproduksi hingga seribu kemplang dengan perolehan omzet mencapai Rp 500.000 per harinya.

Setelah melihat tiga destinasi binaan CSR PT KPI RU III Plaju itu, Edy yang belum sebulan menjabat GM mengaku senang karena kelompok masyarakat turut merasakan manfaat dari langkah kolaboratif PT KPI RU III bersama pemerintah. Produksi tempe di Lorong Saleh misalnya, yang mengalami peningkatan penjualan atas hadirnya pendampingan dari PT KPI RU III Plaju. “Alhamdulillah, disini sejak didampingi PT KPI RU III, telah terjadi peningkatan produksi tempe, dimana peningkatan produksi berarti peningkatan penjualan,” ujar Edy.

Di Rumah Bu Jamiah, Edy juga mengungkapkan akan terus mendukung terwujudnya pangan yang sehat melalui berbagai sub-program Kampung Pangan Inovatif, seperti produksi MPASI, teh herbal dan hidroponik. “Kita mendukung terwujudnya pangan yang sehat di Kecamatan Plaju, salah satu langkah yang telah kita bangun ialah dengan mendorong Bu Jamiah sebagai local hero untuk menyediakan lahan rumahnya ditanam TOGA dan Hidroponik,” tutur Edy.

Begitupun di Lorong Mari, Edy berharap hadirnya PT KPI RU III Plaju dapat terus menebar nilai kebermanfaatan yang berkelanjutan atau sustainable. “Alhamdulillah sudah banyak inovasi yang dilakukan, mengubah citra kampung kumuh menjadi kampung kekinian,” ujar Edy. Kelurahan Talang Bubuk dengan adanya Lorong Mari juga masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). “Dengan sinergi yang kita lakukan bersama pemerintah kelurahan Talang Bubuk, selain menumbuhkan kreativitas, ujung-ujungnya juga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar,” ujar Edy. Ia juga berharap sinergi antara PT KPI RU III dan Pemerintah Kecamatan Plaju dalam mendorong kemajuan dan perkembangan masyarakat tetap terjalin.

Camat Plaju Ahmad Furqon turut mengucapkan terimakasih atas hadirnya PT KPI RU III Plaju yang telah membantu Pemerintah Kecamatan Plaju dalam mewujudkan kesejahteraan di masyarakat. Diakuinya, PT KPI RU III Plaju selalu mendukung Pemerintah Kecamatan Plaju dalam berbagai program pengembangan masyarakat. “Kami bangga dapat banyak penghargaan, karena bantuan dari Pertamina RU III juga,” ujar Furqon.

Beberapa waktu lalu, Plaju menjadi satu-satunya Kecamatan di Kota Palembang meraih penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tak tanggung-tanggung, Kecamatan Plaju bahkan mengajukan 11 kampungnya untuk menjadi peraih penghargaan ProKlim dan berhasil mengantarkan dua RW di Kelurahan Plaju Ulu mendapat kategori ProKlim Utama, yakni RW 02 dan RW 016. Semua itu merupakan buah dari kolaborasi apik nan mesra dari PT KPI RU III Plaju bersama Pemerintah Kecamatan Plaju.

Berbagai upaya PT KPI RU III Plaju yang dituangkan dalam program CSR itu, kaya dengan muatan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pemasangan IPAL untuk mengelola limbah tempe, PT KPI RU III Plaju juga turut mengimplementasikan Tujuan keenam dalam SDGs yakni menyediakan air bersih dan sanitasi layak dengan indikator nomor 6.b tentang persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak, sekaligus menjadi bagian dari kami dalam menularkan pengetahuan dalam pengelolaan limbah industri, agar pelaku industri kecil khususnya perajin tempe paham akan pentingnya pengelolaan limbah dan lingkungan yang baik.

Di dalam mendukung peningkatan perekonomian UMKM binaan, PT KPT RU III Plaju mendukung tujuan SDGs kedelapan, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Lebih spesifik, kolaborasi ini mendukung tercapainya target 8.2 yakni mencapai tingkat produktivitas ekonomi yang lebih tinggi, melalui diversifikasi, peningkatan dan inovasi teknologi, termasuk melalui fokus pada sektor yang memberi nilai tambah tinggi dan padat karya. Adapun dalam mendukung terwujudnya pangan sehat melalui MPASI dan hidroponik serta teh herbal, PT KPI RU III Plaju juga mewujudkan tujuan kedua dalam SDGs, yakni menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan.

Terakhir, dalam mewujudkan masyarakat tangguh dan tanggap bencana melalui dukungan damkar Wak Jago, PT KPI RU III Plaju juga telah mendukung terwujudnya tujuan SDGs kesebelas, yakni menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan, lebih spesifik pada target 11.b yakni pada tahun 2020 meningkatkan secara substansial jumlah kota dan permukiman yang mengadopsi dan mengimplementasi kebijakan dan perencanaan yang terintegrasi tentang mitigasi serta ketahanan terhadap bencana, serta mengembangkan dan mengimplementasikan penanganan holistik risiko bencana di semua lini. PT KPI RU III Plaju pun dengan berbagai program yang telah dikemukakan, juga telah berhasil menjaga hubungan sosial dengan masyarakat melalui pemenuhan aspek Social sesuai kriteria ESG (Environmental, Social, & Governance). (SW)