Sat Narkoba Polres OI Amankan 1,1 Kg Sabu

0
Pelaku saat diamankan di Mapolres OI. Foto: M Gani

INDRALAYA – Paket narkotika jenis sabu seberat satu kilogram lebih berhasil diamankan Satuan Narkoba Polres Ogan Ilir ketika dibawa kurir di Jalan Lintas Sumatera depan Alfamart, Kelurahan Timbangan, Indralaya Utara pada Rabu (25/5) malam.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantio Shandy menjelaskan,  kurir pembawa paket sabu tersebut berinisial MH (52), warga Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten OI yang berprofesi sebagai tukang tampal ban.

Belakangan diketahui, MH merupakan seorang residivis kasus narkoba yang baru keluar dari tahanan pada awal tahun 2022 lalu.

Menurut Kapolres, keberhasilan jajarannya dalam mengungkap kasus ini berkat adanya laporan masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di Kelurahan Timbangan.

“Dan benar saja, ketika di TKP petugas menemukan seorang lelaki dengan ciri-ciri sesuai informasi yang diduga tengah menunggu seseorang. Dan segera dilakukan penggeledahan,” terangnya, Kamis (2/6).

Hasilnya, petugas menemukan dua paket besar yang dikemas dalam kantong plastik dalam tas yang dia bawa, yang kemudian tersangka dan barang buktinya digelandang ke kantor Sat Narkoba.

Dijelaskan Kapolres, diawal sebelum masuk uji laboratorium forensik, kedua paket tersebut diduga merupakan paket sabu. Namun, ternyata setelah hasil uji labfor, dua kemasan dengan berat total 2,5 Kg itu, paket berisi sabu hanya satu, sedang yang satunya berisi tawas (zat penjernih air) yang diduga digunakan pelaku untuk mengelabui pembelinya.

“Jadi berat sabu yang berhasil kita amankan 1,1 kilogram, yang berarti petugas berhasil menyelamatkan 6.000 jiwa dari penyalahgunaan narkoba. Dan pastinya, kasus ini akan terus dikembangkan terkait asal atau pemilik barang maupun kepada siapa tujuan paket ini dikirimkan,” tandasnya.

Selanjutnya agar narkoba itu tidak disalahgunakan, sabu tersebut langsung dimusnahkan dengan cara diblender.

Sementara kepada awak media, MH mengaku hanya sebagai kurir saja dan tidak tahu siapa pemilik paket, serta untuk siapa barang tersebut.

Menurutnya, dia hanya diajak temannya dan akan diberi upah Rp 10 juta. Ia juga tidak mengetahui apa isi paket tersebut.

Pria paruh baya ini juga mengatakan, bahwa sangat menyesali perbuatanya, apalagi setelah mendengar langsung terkait ancaman hukuman yang bisa ia terima. Penjara seumur hidup atau bahkan dihukum mati atas tindak pidana dilakukannya. (gan)